Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4484 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu-satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.
Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.
Nama-nama/ejaan lain:
- Nemangkawi
- Ngga Pulu ("Ngga" berarti gunung)
- Gunung Carstensz
- Piramida Carstensz
- Puncak Carstensz
- Puncak Jayadikesuma
- Puncak Piramida Carstensz
- Ndugundugu
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Sebelum penyatuan Papua Barat ke Indonesia, pegunungan ini dikenal dengan nama Pegunungan Orange. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.
Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
Sejarah terbentuknya Pegunungan Jayawijaya
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.
Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.
Puncak-puncak Jayawijaya
- Puncak Jaya 4.884 M.dpl
- Puncak Mandala 4.760 M.dpl
- Puncak Trikora 4.730 M.dpl
- Puncak Idenberg 4.673 M.dpl
- Puncak Yamin 4.535 M.dpl
- puncak Carstenz Timur 4.400 M.dpl
sumber wikipedia
Artikel Terkait:
adventure
- Gunung yang "Tenggelamkan" Kota Atlantis
- Terbentuknya G. Gede dan G. Pangrango
- SEJARAH MENDAKI GUNUNG DAN PANJAT TEBING
- Kamus Istilah pada Climbing
- Misteri Gunung Rinjani
- Portaledges Tempat Tidurnya Para Pendaki Gunung di tebing
- tips mengatasi pada tenda yang bocor
- fungsi tenda gantung
- 7 Cara untuk mencari arah tanpa menggunakan kompas
- Sejarah Rock Climbing ( panjat Tebing )
- tips Survival Di Gunung
- TIPS SAAT DI ALAM BEBAS DENGAN PERALATAN
- Tips membeli peralatan pendakian gunung
- video puncak semeru
- dok.perjalanan mahameru
- slide video mahameru
- Gunung Rinjani
- Tentang Soe Hoek Gie
- 3 tipe pendaki
- Edelweis atau bunga abadi
- cara Menghemat Gas dengan “Green Flame”
- eksotisme Gede – Pangrango
- Tips Singkat Membuat Api unggun
- gunung Argopuro Jalur Pendakian Terpanjang
0 komentar:
Posting Komentar