sex awal kehamilan

Mungkin sudah banyak tulisan yang membicarakan masalah ini. Tapi aku akan menceritakan sedikit kasus yang di jumpai dan my policy. Awal kehamilan disini maksudnya adalah 3 bulan pertama kehamilan (Trimester I).
Banyak ditemukan pasangan hamil Trimester I mengalami perdarahan setelah melakukan hubungan seks. Bagaiman bisa? Penyebabnya

 PERTAMA: dalam cairan sperma tedapat zat yang bisa menstimulasi kontraksi rahim yaitu prostglandin.

KEDUA: Saat melakukan “pemanasan”, niple stimulation (cari di kamus bahasa Inggeris) akan mengeluarkan zat yang namanya oksitosin (LOVE HORMONE). Zat ini juga akan menstimulasi kontraksi (kejang) rahim.

KETIGA: Saat wanita mengalami orgasme rahim wanita ternyata ikut kejang.
Karena serangan bertubi2 diatas, akibatnya dapat timbul perdarahan (Abortus). Bisa banyak bisa sedikit atau bahkan bisa seluruh hasil pembuahan keluar. Ada contoh kasus yang cukup membuat aku geleng2 kepala. Ada pasangan yang sudah 8 tahun menikah tetapi belum memiliki anak. Ketika akhirnya sang isteri hamil…aku sudah mengingatkan untuk tidak melakukan seks di awal kehamilannya. Dua minggu kemudian datang dengan perdarahan banyak. Si Suami tidk mau jujur. Pada saat kuret baru sang isteri menyampaikan bahwa suami memaksa untuk berhubungan badan…Suatu tragedi-komedi menurutku… Seandainya saja suaminya cukup “kreatif” maka mungkin kejadian ini tidak timbul seperti kata pepatah : BANYAK JALAN KE ROMA…(analyze that)
Secara umum aku melakukan “himbauan”(nggak maksa, itukan hak suami), untuk seks di awal kehamilan dihindari pada: hamil pertama, kehamilam “mahal” (=susah hamil) atau ada riwayat keguguran hamil sebelumnya. Dokter lain mungkin memiliki pendapat yang berbeda, but that’s my policy.
Terus sampai kapan baru boleh? Setelah hamil diatas 3 bulan. Itupun melakukannya secara gentle, jangan grasah-grusuh…sekedar menyalurkan kebutuhan suami…….biar nggak membatu…ntar kalau jatuh kelantai bunyinya ting…ting…dan bisa dijadikan batu cincin kalau kelamaan nggak “tuker oli” ha…ha…ha…..



sumber

Artikel Terkait:

0 komentar: