ads
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan

WARIA DAN POLISI ADU MULUT (humor)

Polisi : "Ikut ke kantor polisi...!!"

Waria : "Wadaau.. Emang eyke perkedel, mau di embat rame2..!!"
Polisi : "Malah ngaco kamu. Masuk mobil?"


Waria : "Jangan di mobil dong pak. Gerrrah gitu looh.. Gimana kalo di semak2 aja?"

Polisi : "Buset dah ni bencong lelet bener..Gw borgol juga lu..!!"

Waria : "Eh pak polisi? Kagak pke diborgol juga eyke diem aje..!!"
**sambil nyolek pak polisi**

Polisi : "Ettts... Jangan coba2 rayu polisi ya? Gw tembak juga lu..!!"

Waria : "Okee boo... Tembak aje cyin...!!" 

*sambil mlorotin BH*

Polisi : "oh my good.." 

*nelen pistol*

Wakakakakakkakk­akaaaa...............

Selamat pagi sobat...dari kota mana aja ini yg hadir??

HUMORAN MALAM PERTAMA PENGANTEN

"Ada suami istri membuat kode untuk berhubungan intim dengan kode " ISI PULSA "

Suatu malam suami mendekati istrinya.

Suami : mah.....mah.., isi pulsa yuk..

Karena capek baru pulang kantor, istri menjawab. "maaf pah, mamah lagi lowbet "

.....Malam Berikutnya....
Si suami mencoba kembali "Mah, isi pulsa yuk"

Karena si istri gak ada hasrat, dia menjawab "maaf pah, signalnya lemah nih"

......Malam berikutnya.....­.
Suami tidak bosan mencoba dan terus mencoba. "mah, isi pulsa yuk"

Lagi-lagi istri menolak karena berhalangan datang bulan. "maaf pah, ada gangguan jaringan"

Seminggu setelah haid, mamah yang begitu ngebet ingin berhubungan intim : "pah..... pah..... isi pulsa yuk"

Dengan santai suami menjawab. "maaf mah, papah udah ganti kartu"

Istri : *mewek guling2*

H A H A H A H A H A H A H A . . . .

Dari kota mana aja nih yg hadir?

#Jangan lupa klik Suka dan Bagikan yaa..Kalo Gak Loe - Gue End

ISTRI DI PERKOSA GARA-GARA SALAH SAMBUNG SMS

Seorang istri diperkosa oleh jongos barunya yang bernama Paijo. Lalu dia menelfon suaminya yang sedang di kantor.

Istri: paah... mama diperkosa paah.. (nangis)
Suami: apaa..!? Diperkosa? Siapa mah? Siapa yg merkosa mamah?
Istri: paijo paah.. Huuu (sesenggukan)
Suami: apa?? Paijo??(marah bercampur heran)
Istri: iya paah... Katanya disuruh papa lewat sms. Emang papa sms apa ke Paijo?
Suami: ah enggak, papa kan cuma sms gini:
"JO, SEKARANG KAN LAGI MENDUNG, BENTAR LAGI HUJAN, TOLONG ROKNYA NYONYA DIANGKAT YA? SEKALIAN BURUNGNYA DIMASUKIN JUGA.."
Istri: @#?£% (kejang-kejang)...

bahaya facebook


sumber mozaik islam

kisah lucu nenek genit

Suatu hari ada seorang nenek2 tuaaa sekali berjalan di tepi jalan raya keluar dari pasar dekat kampungnya. Karena kondisi jalan yang sepi, dengan tiba2 itu nenek nyebrang.
Apesnya datang seorang pemuda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Kontan saja pemuda itu menekan rem keras2.
Sontak pemuda itu marah “Dasar nenek2 guoblookk!! nyebrang ga liat2!!”
 Karena kaget mau ditabrak dan dibentak nenek itu pun marah “Yang GUUUOBLOKnya bukan main itu kamu!! masak nabrak nenek2 aja ga kena??!!!!

hiihih

cerita lucu tentang ayu ting ting

Ayu Ting Ting sedang naik daun dengan lagunya yang berjudul “Alamat Palsu”.
Nama tersebut seakan-akan sering terdengar menjadi bahan pembicaraan daripada nama artis luar negeri yang memiliki kemiripan nama “The Ting Ting”
Sebenarnya kata Ting itu memiliki arti apa ?

Kita telusuri istilah itu. Kalau sedang kesusahan, Ayu Gen Ting

Kalau sedang hamil, Ayu Bun Ting

Kalau hobi online, Ayu Chat Ting

Kalau sudah gila, Ayu Sin Ting

Kalau penyanyi itu sedang baca ini, Ayu Ban Ting Ban Ting



wkwkwkwkkwwkwkwkwk

ngakak ala santri nemu duit

izam: ya elah, duit gue kmna lagi nih -___-
 

supri: duit loh ilang ?

izam : iye..

supri: bagus kalo gitu :p

izam: kamprett.

supri : ilang nya di mana ?
berapa duitnye ?

izam : di sekitar jalan sini bro
50rb

supri: ya udah, cari yg rajin :D
gue mau pergi dlo !

izam: kemana ?

supri: ke toko sono dulu, mau belanja pake duit yg gue temu di jalan ..

izam: o_0 Haahhh.. adu golok ajh Yok !!
hahaha sembari nabok jidad

5 manfaat rokok


1. Memperlancar silahturahmi dengan
dokter spesialis jantung dan kelamin.

2. Asapnya dapat mengusir nyamuk,
istri, anak sekaligus teman2 sekitar.

3. Meningkatkan pembuatan obat
batuk.

4. Ditakuti oleh anjing.

5. Menambah pemasukan tukang gali

kubur.

Ada yang mau nambahin ??

Obrolan Tokoh NU dan Obama(NGAKAK ALA SANTRI)

Beberapa hari setelah Gusdur wafat, presiden AS Barrack Obama datang ke Indonesia untuk mengucapkan belasungkawa.
Dalam kesempatan itu, Barrack Obama bertemu dengan beberapa petinggi PBNU. Terjadilah dialog antara Obama dan seorang tokoh PBNU.

Obama: Waah, hebat ya Pak Kyai, NU ini ternyata merupakan sebuah ormas yang boleh dikata sebagai yang terbesar di dunia.
Kyai: Tentu Mister, untuk menggaji perangkatnya saja, kami membutuhkan miliaran rupiah di tiap bulannya.
Obama: Di Amerika, jangankan pejabat Ormas, pengangguran saja digaji.
Kyai: Wah, masih kalah Mister. Di Indonesia, pejabat digaji saja pada nganggur.
Obama: Di Amerika, semua Ormas selalu kompak dalam menanggapi isu politik.
Kyai: Di Indonesia, demokrasi dijunjung tinggi. Sehingga NU menanggapi isu politik dengan penuh warna dan berbeda-beda. Makanya, NU menjadi Ormas terbesar tapi dalemannya ancur carut marut.
Obama: Saya dengar NU memang begitu. Tapi Saya heran, kenapa ya NU gak mati-mati?
Kyai: Saya juga heran Mister. Kenapa ya, NU gak hidup-hidup?

*Just kidding, Brow!!



sumber kapten gialorossi

Kopi Kampung (humor ala santri)

Di ronda malam itu, satpam Kardi sedang menikmati kopi tahlil sambil main catur sama bos Mu'in.
Secangkir kopi dan 2 bungkus rongkok tergeletak di sampingnya. Sementara di pagar pos ronda itu, sebuah radio butut tergantung dengan dengung ocehan penyiar.
...
Tak lama kemudian, "Makan tuh kuda, gratis..." ujar si Mu'in, yang langsung diamini Kardi. Walaupun beberapa detik kemudian terdengar "SKAK MAT!", Kardi sama sekali tidak merasa dibohongi. Justru yang ada adalah hikmah bahwa otot pun kadang membantu kinerja otak.
Muncullah Santo, bujang lapuk itu datang tiba-tiba sambil menyeruput kopi kentel yang sudah agak dingin itu.
Iseng-iseng dia muter-muter tunner radio dan berhenti di suatu gelombang. Terdengar suara khas Jacko dengan lagu Give Thank's to Allah.
"Lagu apaan tuh?" tanya Kardi, nada menyuruh ganti chanell. Maklum, dia ga tau menau musik barat. Sementara bos Mu'in yang rada gaul itu menimpali, "Biarin To, gua rada suka lagu yang ada arab-arabnya."
...
Tiba-tiba, bremmm... Sebuah motor matic mangkir di depan mereka.
Mas Iwan membuka helmnya dan memasukkan diktat kuliahnya di bagasi depan motor.

"Si Negro ini merenovasi sekujur tubuhnya sampe putih mengkilat, mulus kaya pipinya Cut Tari," komentar Iwan sambil melemparkan sebungkus rokok mild di depan mereka dengan senyum khasnya.
"Emang om Jacko itu negro ya?" tanya Santo, bujang lapuk culun ini memang rada suka Jacko, tapi gak kenal info tentang dia. "Kebengisan ras membuatnya benci pada diri sendiri," timpal Mu'in dengan nada puitis.
Sambil melongo, Santo nyeletuk lagi "Ah, mental tempe.. Berarti kalah dong sama Andika Kangen Band.."
Mu'in yang rada ngefans sama Jacko itu menyalakan rokok, kemudian memulai komentar nada sinisnya "...Sementara Afgan, dengan suara maksimalnya yang masih juga terdengar fals itu, justru laris manis dikunyah pasar." dia menyambung "Yang penting buat musisi itu ya fisiknya. Bukan suara."

Iwan pun buka suara lagi, "Maklum, Indonesia memang masih otak kampungan. Beda sama Amrik, walaupun rasis tapi mikirnya pake otak, bukan dengkul..." ujarnya yang langsung disahut Santo, "Indonesia juga rasis ko'. Saya waktu kerja di Bandung dulu, orang sunda manggil Saya pake sebutan 'Si Jawa' atau 'Jawa Blegug'..."

......

Rasis, otak kampungan, jiwa mellow, terserahlah. Itu kan opini mereka.
Kenapa kita ngga' membicarakan Hitler saja?
Si kurus jelek ini juga low fisiknya, tapi mampu menghentak dunia dengan tunggangannya, Partai NAZI.
Apa rahasia Hitler?

Otak...!!




sumber

Jodoh Gus Dien (Part V -habis) cerbung santri lucu

Sambungan dari; "Jodoh Gus Dien (Part IV)"

...lemari pinggir gudang. Semakin yakin bahwa hidupnya telah benar-benar hancur dan inilah saatnya untuk mengakhiri semuanya.
Singkat cerita, Gus Dien pun tersadar setelah 3 hari terkulai di ruang ICU. Tampak kawan-kawan dan beberapa pers berlalu-lalang di luar ruangan itu. Seorang wanita tertidur di samping kanan pembaringannya, Astri, wanita yang ia pacarinya sejak 2 bulan yang lalu.
"Dokter memperkirakan dalam 10 hari kamu boleh pulang," tutur Astri setelah terbangun karena belaian lembut Gus Dien di rambut kepalanya.
Benar saja, kesehatan Gus Dien berangsur pulih lebih cepat dari prediksi sang dokter. Tapi jiwanya masih menggantung terkulai mati karena kepergian Yulia.
Sebulan setelah kejadian itu, Gus Dien menandatangani pembatalan kontrak baru dan memutuskan keluar dari band.
Seremoni banting gitar pun dilangsungkan sedemikian ramainya di lapangan Gazibu, Bandeng.
Tangis dan haru mengiringi kepergian Gus Dien dari The Awor's.
======
"Tooottt..!!" terdengar suara klakson (kliningan -Red) dari luar rumah Kyai Birin. Tak lama kemudian, Gus Dien keluar dari Jaguar barunya bersama Astri, pacarnya yang juga vokalis grup band Kolak.
"Assalamu'alaikum..." ucap Gus Dien setelah seorang santri putri ayahnya membukakan pintu. "Ayah ada?" tanya Gus Dien. "Belum pulang, masih di masjid," jawab Lia, santriwati ndalem Kyai Birin.
Gus Dien pun masuk dengan gitar masih di punggungnya. Sedangkan Astri Kolak, ceweknya disuruh menunggu di dalam mobil saja.
Beberapa menit kemudian, Kyai Birin datang dengan mulut masih komat-kamit berdzikir.
Mengetahui Gus Dien yang sedang memetik gitar di ruang tengahnya, Kyai Birin langsung menghampiri dan merampas gitar itu lalu, "Brakkk..!!" Kyai Birin membanting gitar putra kesayangannya sendiri dengan penuh amarah.
"Plak..!! Plak..!! Plak..!! Mau jadi apa kamu hah??" amuk Kyai Birin disertai seberendel tamparan dan bahana amarah yang menggetarkan dinding-dinding rumah.
"Ya Allah.. Istighfar Diiin. Istighfaaar, mau taruh di mana muka ayah kalo kamu begini terus.. Taubaat!!" menakutkan tapi menyedihkan nasehat Kyai Birin itu. "Sekarang kamu pilih, mau taubat dan mengikuti kehendak ayah atau keluar dari rumah ini dan jangan kembali lagi..!?" bentak Kyai Birin.
Sementara ibunya, sambil dipapah Lia, beliau menangis sejadi-jadinya membayangkan putranya itu pergi lagi dan tak kembali.
Gus Dien pun keluar menghampiri Astri untuk memutuskan apa yang pernah ia curhatkan padanya dan memintanya segera pergi.
Setelah mobil itu melewati pagar rumah, Gus Dien lalu kembali lagi dan bicara pada ayahnya.
"Baiklah ayah, saya akan menuruti kemauan ayah. Tapi dengan satu syarat; saya tidak mau ayah ikut campur urusan saya dalam hal memilah dan memilih jodoh. Itu saja," pinta Gus Dien yang diamini ayahnya.
Lalu ibunya menghampiri dan memeluk Gus Dien penuh haru. Tak ada pipi yang selamat dari tetes air mata di ruangan itu. Lia pun tanpa sadar berlari menghampiri Gus Dien lalu dipeluknya erat-erat putra gurunya itu. Gus Dien pun kaget bukan main, ada wanita yang sama sekali belum pernah ia kenal tapi berani memeluk dan menangis dalam rangkulannya. Hati Gus Dien semakin berdebar dan hangat merasakan betapa orang-orang di sekelilingnya begitu menyayanginya.
====
Keesokan harinya, Gus Dien terbangun agak kesiangan. Ketika hendak ke toilet yang melewati kamar santri putri itu, terdengar suara seorang wanita yang sedang mengaji al Quran. Ia terhenti sejenak untuk menikmati damainya apa yang sedang ia dengar. Bahkan ia meyakini, bahwa sayatan gitarnya pun tak lebih merdu dari apa yang tengah ia dengar kini.
Setelah suara itu terhenti, lalu Gus Dien mencoba mengintai asal suara itu dan ternyata, Lia. "Ehm, diterusin dong.. Enak tadi aku dengerin," sindir Ibu Gus Dien yang entah dari mana datangnya, tau-tau sudah ada di samping agak belakang Gus Dien. Gus Dien dan Lia pun salah tingkah setelah melihat Ibu yang sedang tersenyum memandangi mereka berdua.
Tanpa disadari, akhirnya benih cinta pun mengalir di antara mereka berdua. Sampai akhirnya sebuah percetakan offset datang untuk mengantar 2 rim pesanan surat undangan pernikahan Gus Dien dan Lia.
Kalo udah jodoh, memang gak bakal ke mana ya?
===THE~END===

note:
1. Ini cuma fiksi, jadi kalo ada kesamaran nama dan tempat, mohon maaf.
2. Terima kasih kepada pembaca setia, Dien, Sobeer, Dhimas dll atas kesediaannya meluangkan waktu untuk membaca Cerbung ini.
3. Kripik dan santan serta komentar tetap Saya tunggu.

Salam penulis,
Emha Maymoun 'Ain-Ghin.

Kamar 07, 27 Juni 2010 M.


sumber maimun ag



Jodoh Gus Dien (Part IV) cerbung santri lucu


Sambungan dari; "Jodoh Gus Dien (Part III)

...memakai kaos bergambar wajah putranya bersama The Awor's Band. Kini yakinlah sudah Kyai Birin, bahwa apa yang diberitakan masyarakat sekitar akhir-akhir ini tentang Gus Dien itu ternyata benar setelah beliau sendiri yang melihat gambar anaknya dari kaos seorang pria yang tak lain adalah Sobir, teman sejawat Gus Dien waktu masih kecil dulu.
Kyai Birin baru siuman setelah beberapa menit kemudian. Tampak istri dan beberapa santrinya sedang membaca surat Yasiin di ruang tengah tempat di mana Kyai Birin berbaring. Sobir pun turut serta dan merasa bersalah akan kejadian itu.
Tak lama kemudian Nyai Ulfah menghampiri Kyai Birin dan mencoba menenangkan suaminya itu. Kyai Birin lalu beranjak dan memanggil Sobir, "Ada perlu apa tiba-tiba kamu datang Sobir?" tanya Kyai Birin sambil dipapah duduk oleh Nyai Ulfah. "Emm, anu kyai, dua hari yang lalu saya ziarah Walisongo dan kebetulan saya bertemu Kyai Sabil. Saya dapat amanat dari beliau untuk menyampaikan surat ini.." jawab Sobir sembari menyerahkan amplop polos berisi surat tentang putri Kyai Sabil yang kini sedang sakit dan belum bisa kembali ke pesantrennya. Kyai Sabil adalah ayah Ning Yulia yang akrab dengan Kyai Birin.
Kyai Sabil kala itu ziarah Walisongo dengan harapan putri cantiknya yang sedang dirawat itu lekas sembuh.
Sementara Kyai Birin, setelah membaca semua isi surat itu, beliau berkata; "Tolong do'akan Gus Dien agar cepat tersadar dan kembali pulang..." tutur Kyai Birin dengan suara yang parau.

Sejak saat itu, Kyai Birin jadi makin sering membaca majalah-majalah remaja dan nonton infotainment. Beliau melakukan itu bukannya pengen dianggap gaul ataupun sok ABG, tapi demi menggali informasi soal putra semata wayangnya itu.
Berbagai isu telah menghampiri putranya. Paling sering adalah gosip soal asmara anaknya yang sering gonta-ganti pacar itu. Mulai dari Cut Tarmi, Lunama Yati, Mulan Juminten dan sederet nama beken seleb papan atas lainnya.
Hati Kyai Birin pun semakin tak karuan, melihat putranya kini telah berubah total dan sangat liar.
Di saat yang sama, Gus Dien sedang latihan bersama teman-temannya, untuk persiapan tur di Jawa Tengah 2 hari lagi.
Gus Dien sebagai pentolan di The Awor's, tentu terlampau sibuk mengurusi program dan segalanya.
Suatu ketika, konser di Jawa Tengah tampak begitu meriah dan dipadati suara-suara memanggil nama Gus Dien. Maklum, Jawa Tengah adalah wilayah di mana Gus Dien berasal. Saat itu, di pertengahan lagu, Gus Dien melakukan solo gitar lebih dekat dengan penonton. Gus Dien pun terkagetkan ketika ada salah satu penontonnya yang ia kenal. Yaitu Ning Yulia, tanpa pikir panjang, setelah Gus Dien melakukan selebrasi atas solo gitarnya, ia mendekat ke arah Ning Yulia dan langsung saja melumat bibir si 'putri salju' itu. Ning Yulia membalas ciuman Gus Dien lebih hangat lagi. Seperti dua pasangan yang lama tak jumpa.
Ketika Gus Dien sedang asyik-asyiknya mencumbui Ning Yulia, tiba-tiba seekor kucing melompat ke arah dada Gus Dien. Yah, kucing Mesir peliharaan Gus Dien itu membangunkan tuannya yang sedang tidur enak-enaknya. "Sial, lagi ngimpi nyium si dia, kamu malah datang gangguin," gerutu Gus Dien setelah menyadari bahwa itu cuma mimpi. Gus Dien pun melempar kucing itu dan memeluk kembali bantal gulingnya. Tapi ketika ia mencoba memejamkan mata, nada pesan di HP-nya berbunyi. "Lihat kalender sekarang tanggal berapa.." demikian isi SMS dari Om Agus, mengingatkan bahwa sekarang tanggal 26 Juni, waktunya konser di Tegal.
Gus Dien pun beranjak bangun dan mandi.

Hari berganti hari, Gus Dien masih saja dihantui bayangan dalam 'nightmare' itu. Hingga suatu saat, ketika Gus Dien sedang asyik membaca kiriman dinding di grup The Awor's dari akun Facebooknya, sebuah kiriman dari akun bernama "Buaya Darat" memberitakan info; "Yulia, mantan kekasih lead guitaris The Awor's meninggal akibat serangan jantung. Mohon bantuan doa kepada para fans The Awor's. (26 Juli)"
Gus Dien tertegun sejenak, lalu segera ia beranjak dan mengambil racun tikus di..

*bersambung ke Part V.

Jodoh Gus Dien (Part III) cerbung santri lucu

Sambungan Jodoh Gus Dien (Part II)
...mendekatkan diri pada Tuhan.
Al Farabi menikmati tiap denting sambil hatinya terus berdzikir melafalkan nama agung Sang Maha Karya. Jelas ini berbeda tujuan dengan Mat Dogler yang memainkan gitar hanya sekedar hoby dan alat mencari nasi.
Begitupun Sunan Kalijaga, memainkan gamelan semata-mata untuk menarik perhatian masyarakat yang mayoritas beragama Budha, agar mau mendengar dakwah-dakwahnya yang mengiringi lantunan dendang gamelannya.
Tapi Gus Dien tidak berfikir sejauh itu.

Singkat cerita, Gus Dien pun menekuni permainan gitar ini dari hari ke hari, sampai akhirnya mahir hanya dalam waktu 4 bulan menemani Mat Dogler mengamen.
Gus Dien pun membeli gitar sendiri. Gitar bermerek Osmond type D900 dibelinya seharga 120 ribu dari hasil ngamennya.
Suatu hari, ketika Gus Dien sedang mengamen di sebuah warung lesehan di malam minggu, seorang wanita berusia 20-an menghampirinya dari belakang dan menepuk punggungnya. "Hebat juga kamu," kata wanita itu sambil tersenyum di depan Gus Dien. Betapa terkejutnya Gus Dien karena ternyata wanita yang di depannya itu adalah Vina, keponakan Mbah Kuri yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut lokal.
"Duduk yuk? Ada yang perlu aku omongin sama kamu" ajak Vina pada Gus Dien.
Mereka duduk bertiga di warung lesehan itu bersama Hilman, pacarnya Vina.
"Aku denger suara gitar kamu enak banget. Maen chordnya pas dan kocokannya lembut," sanjung Vina mengomentari permainan gitar Gus Dien tadi. "Terima kasih," kata Gus Dien sambil tersenyum simpul, membuang latu rokok kretek yang ia gapit. Kemudian Gus Dien pun diperkenalkan dengan Hilman, pacar sekaligus produsernya. "Kebetulan Saya lagi butuh satu pemain gitar buat gantiin Litle Vie, gitaris Saya yang keluar dua bulan lalu," kata Hilman yang diangguki Vina seraya berkata, "Maksudnya kita pengen kamu gabung jadi additional music dulu, soal kontrak ya tergantung job manggung kita. Betul kan Mas?" tawar Vina pada Gus Dien sambil melirik Hilman. Gus Dien pun sepakat dan memutuskan pensiun sebagai pengamen liar.
Baru dua bulan Gus Dien menjadi Additional Music, namanya terkenal sampai suara gitarnya itu terdengar di telinga sebuah studio perusahaan musik yang lumayan berkelas. Tawaran pun datang menghampiri pick gitar Gus Dien.
Aqualiur, begitulah nama perusahaan rekaman yang dimanajeri oleh Om Agus itu. Gus Dien pun banting setir dari gitaris dangdut menjadi gitaris band yang beraliran Easy Listening.
Gus Dien bergabung dengan 4 musisi lainnya yang direkrut melalui kompetisi Band.
Gus Dien menamai bandnya dengan nama "THE AWOR'S". Ia berperan sebagai lead guitaris. 4 personil lainnya masing-masing; May (vocal) Najnaj (rythm) Moun (bass) dan Bon Adie (drum).
Nama Gus Dien pun semakin melengking seiring lengkingan interludenya di lagu-laguThe Awor's.
======
Di pihak lain, Kyai Birin yang masih begitu terpukul dengan kepergian putra semata-wayangnya itu, masih terus berupaya sedapat mungkin mendapatkan informasi tentang putranya itu.
Tatap matanya sayu, kosong. Fikirannya dipenuhi beban luka dan kepedihan. Sebagai orang tua, dia membutuhkan seorang putra untuk meneruskan perjuangannya menjadi 'Tentara Allah'.
Kyai Birin terus melamun di kursi goyang teras rumahnya sambil berharap putranya kembali.
Hari demi hari berlalu, akhirnya harapan itu datang. "Assalamu'alaikum.." seru seorang pria yang berada di balik pintu. Kyai Birin pun membukakan pintu. Dilihatinya pria yang berdiri di depannya itu. Tak lama kemudian, "Gludak!!", Kyai Birin tersungkur di tengah-tengah pintu rumahnya sendiri setelah mengetahui bahwa pria yang di depannya itu...

*bersambung ke Part IV.

Jodoh Gus Dien (Part II) cerbung santri lucu


Sambungan dari:
"Jodoh Gus Dien (Part I)"
by: The May

...sebongkah tembok runtuh menjatuhi sebuah bangku kecil di sudut dekat pintu mushola. Terlihat seekor cicak terhimpit di antara tindihan batu bata yang remuk menjadi beberapa bagian.
"Yah, bangunan mushola ini memang sudah rapuh parah," tutur Mbah Kuri yang segera bangkit membersihkan area 'gempa dinding' itu. Sementara Gus Dien yang masih penasaran soal siluman cicak hitam itu, sambil membantu dia menagih kelanjutan cerita Mbah Kuri, "Lalu, cicak itu sejenis makhluk apa mbah?" tanya Gus Dien, penasaran. "Siluman Cicak Hitam itu adalah julukan seorang preman di kampung ini. Nama aslinya Amir. Tiap malam dia berkeliaran di sekeliling kampung membuat resah warga sekitar," cerita Mbah Kuri sambil duduk kembali setelah membuang bongkahan tembok yang tadi menghantam bangku sampe remuk itu. "Ooh.. Saya kira bukan manusia. Wkwkwkwk..," sambut Gus Dien diiringi seringai tawa kecil. "Ya sudah, mari kita shalat dulu," ajak Mbah Kuri.

Selama tiga hari Gus Dien menginap di mushola itu. Sampai suatu ketika, dia keluar dari mushola untuk ke warung sebelah, tempat biasa ia makan. Ketika itu, Gus Dien sedang menunggu pesanan makanannya datang, lalu seorang pria bertubuh kekar berkulit hitam dengan slayer melingkar di atas kepalanya. "Orang baru lu?" tanya lelaki itu yang belakangan diketahui bernama Amir Siluman Cicak Hitam. "Iya bang, mari makan?" jawab Gus Dien seraya basa-basi menawarkan makan pada Amir.
Tanpa ba-bi-bu, Amir langsung saja menodongkan belati di pinggang Gus Dien seraya mengancam, "Bagi duit jajan!" bisiknya pada Gus Dien.
Gus Dien yang sisa uangnya tinggal 5 ribu rupiah (itupun untuk bayar makan kali ini) menjawab, "Sudah habis bang, tinggal 5 ribu buat bayar," kata Gus Dien, memelas. Tapi Amir rupanya tak mau tau, langsung saja dia merogoh seluruh pakaiannya dan benar saja, di dompetnya cuma ada KTP dan uang 5 ribu.
"Emm, kamu orang jauh dari sini. Tapi nggak punya uang cukup. Gimana pulangnya nanti?" tanya Amir, sambil melihat KTP Gus Dien, sedikit bijak.
Setelah ngobrol beberapa saat, akhirnya Gus Dien pun sepakat untuk ikut Bang Amir bekerja sebagai penjaga pasar di desa Limbangsari.
"Terima kasih bang, hanya pekerjaan ini yang bisa buat saya bertahan hidup," tutur Gus Dien setelah sampai di sebuah kios kosong di sudut pasar yang ternyata tempat mangkirnya gembel-gembel pasar situ.
Kebetulan di situ sedang ada Mat Dogler, seorang pria berambut panjang berjenggot kepang yang sedang mengelap-elap flag senar gitarnya. Gus Dien pun diperkenalkan dengan pengamen yang sedang menenggak 'jamu iblis' itu.
Awalnya memang risih. Seorang putra terpelajar seperti Gus Dien harus berkenalan dengan sampah-sampah macam mereka. Tapi Gus Dien mencoba rileks dan mereka pun menganggap Gus Dien biasa saja seperti teman-teman mereka yang lain.
"Cobain..." kata Mat Dogler sambir menyodorkan gitarnya pada Gus Dien. "Saya kurang bisa maen gitar," jawab Gus Dien sambil menarik rokok dari bungkusnya yang ditawarkan Mat Dogler. "Makanya pegang, biar bisa.. Nggak mau saya ajarin?" kata Mat Dogler lagi. Gus Dien pun lalu menempatkan gitar itu di atas pahanya dan mulai menggenjreng, tapi fals dan tanpa chord yang jelas.
Terbesit dalam fikiran Gus Dien, "benarkah yang sedang aku pegang ini gitar?" dia membatin.
Gitar memang sebuah permainan musik yang dilarang agama. Bagi seorang putra Kyai seperti Gus Dien ini, gitar tampak begitu seram dan berbau neraka.
Tapi memang sebenarnya, Gus Dien sendiri masih bertanya-tanya soal hukum memainkan gitar ini. Kenyataannya, dia pernah membaca suatu kitab yang berisi penjelasan tentang penemu senar gitar. Ya, Al Farabi, seorang ulama ahli tasawuf yang juga pakar di bidang ilmu filsafat. Hingga terbenak dalam batin Gus Dien, "Pentolan tasawuf saja menjadi penemu senar gitar, kenapa menggunakannya tidak boleh?" batin Gus Dien, kritis.
Gus Dien mempelajari chord gitar dari Mat Dogler mulai A mayor, A minor, sampai G. Semuanya masih kunci dasar permainan gitar. Sambil menekan-nekankan jemari kirinya di senar, otaknya terus berkonsentrasi diiringi lilitan bimbang di rahim sanubarinya.
Ia pun teringat kisah Sunan Kalijaga yang juga memainkan sejenis alat musik gamelan. Hingga akhirnya Gus Dien makin mantap saja memainkan gitar di tangannya itu.
Yah, mungkin karena berteman dengan seorang pengamen, Gus Dien pun mencari-cari alasan untuk menghalalkan permainan gitar. Dia tidak sadar bahwa Al Farabi ataupun Sunan Kalijaga memainkan alat musik karena alasan lain. Yaitu,...



*bersambung ke Part III.

Jodoh Gus Dien (Part I) cerbung santri lucu


"Brakkk..!!" Kyai Birin membanting gitar putra kesayangannya sendiri dengan penuh amarah.
"Plak..!! Plak..!! Plak..!! Mau jadi apa kamu hah??" amuk Kyai Birin pada putranya yang biasa dipanggil Gus Dien itu. Seberendel tamparan mendarat disertai gelegar amarah membahana di seluruh dinding rumah.
"Ya Allah.. Istighfar Dien... Istighfaaar... Ayah sudah nggak tahan lihat kamu kayak begini terus.." sambungnya dengan nada yang masih penuh emosi, namun terdengar melemah karena saking gemesnya.

Kyai Birin memang tipikal seorang Kyai yang tegas dalam mendidik anaknya. Hingga wajar bila Gus Dien didamprat habis-habisan akibat kenakalannya.

Gus Dien sendiri hanya bisa tertunduk menghadapi amarah ayahandanya.
Putra Kyai kharismatik yang sangat disegani di daerahnya ini, memang tergolong liar pergaulannya. Sehingga gaya hidupnya pun sama sekali tidak sinkron dengan statusnya sebagai 'pangeran pesantren'..


Gus Dien sebenarnya dibekali otak yang cerdas. Di umurnya yang baru 16 tahun saja, dia sudah hafal Al Quran 30 juz. Di samping itu, Gus Dien juga punya suara yang merdu. Tiap kali Gus Dien membacakan Al Quran, seakan-akan angin sepoi pun ikut berhenti untuk mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibawakan Gus Dien dengan sepenuh hati itu. Bahkan terkadang, ibunya ikut menyimak dan tertangis bangga pada putra semata wayangnya ini.

Namun kenyataan memang harus diterima.
Semenjak Kyai Birin menjodohkan Gus Dien dengan Ning Yulia, putri teman beliau yang juga Kyai, Gus Dien pun berontak dan kabur dari rumah.

Ning Yulia memang cantik, putih, anggun, cerdas dan baik hati. Namun di mata Gus Dien, dia adalah monster menakutkan yang pernah membuatnya sakit hati.

Pendek cerita, Gus Dien memang pernah naksir Ning Yulia waktu si cantik itu mesantren di tempat ayahnya, tapi Ning Yulia menolaknya dengan alasan takut ketahuan Kyai Birin. Itu dilakukannya mengingat dia juga tidak ingin mengganggu Gus Dien yang sedang konsentrasi belajar ilmu agama pada ayahnya. Walaupun sebenarnya dalam hati Ning Yulia juga menyimpan perasaan yang indah pada Gus Dien.

Alhasil, semenjak itu, hati Gus Dien pun tertanami perasaan dendam pada penolakan Ning Yulia yang dianggapnya penghinaan itu. Sampai-sampai dia menyumpahi tidak akan pernah menikahi perempuan itu.
Hingga ketika ibunya memberitahukan bahwa dia akan dinikahkan dengan Ning Yulia, sontak Gus Dien pun kehilangan kontrol dan kabur dari rumahnya tanpa jejak sedikitpun.

Kala itu, seluruh keluarga dan teman-teman Gus Dien baik teman di Pesantren maupun teman lamanya yang dari luar kalangan santri dipanggil oleh Kyai Birin untuk berkumpul di kediamannya. Tak lain lagi, yang dibahas adalah mengenai ke mana perginya Gus Dien. Namun tak satupun di antara mereka yang tidak menggeleng kepala atau saling tanya.

Di sisi lain, Gus Dien yang tidak tau arah ke mana ia akan singgah, masih berjalan meretas perkampungan yang sama sekali belum pernah ia kenal.
Sebuah tas melilit di punggungnya, hanya berisi pakaian dan sebotol air putih.
Kelelahan memaksa Gus Dien untuk melangkahkan kaki mencari tempat istirahat. Tujuannya tak lain lagi, masjid/ mushola terdekat.
Gus Dien melangkah melewati rumah-rumah dan akhirnya ia sampai di tempat yang sedang dicarinya itu. Ya, sebuah mushola kecil dengan bangunan tua yang cukup sederhana. Terlihat tembok-temboknya yang sudah retak dan penuh debu.
"Dari mana de'?" seorang lelaki tua bertubuh ceking dengan punggung yang bungkuk menyapa lamunan Gus Dien saat ia sedang berselonjor teras mushola itu. Mbah Kuri, begitulah pria tua itu biasa disapa.
Gus Dien pun bersilah dan menyalami lelaki yang membawa sajadah kumuh itu. "Saya Idin, seorang musafir dan rumah saya lumayan jauh dari sini" jawab Gus Dien tanpa menyebut asal rumahnya.
Tampaknya Mbah Kuri pun tidak terlalu mempersoalkan masalah itu. Buktinya dia menutup pertanyaannya dengan bercerita panjang lebar tentang mushola reot tanpa toilet ini.
"Dulu waktu masih ada Pak Agung, mushola ini terurus karena ada pengurusnya.. Semenjak Pak Agung dan keluarganya pindah ke Tanjungsari, kampung sebelah, hanya saya yang peduli menyapu, menabuh kentongan dan adzan di mushola ini" kisah Mbah Kuri pada Gus Dien.
Mbah Kuri lalu menceritakan semua tentang masyarakat kampung Rejotresno ini panjang lebar. Tak luput pula ia menceritakan tentang Siluman Cicak Hitam yang setiap malam berkeliaran di kampung Rejotresno ini.
"Cicak itu bukan hewan ataupun jin. Tapi dia adalah..." cerita Mbah Kuri terpotong karena tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada sebuah cicak di tembok mushola. Tak lama kemudian.., "Glubrakkk!!!"


...bersambung ke part II)

Istri yang Cerdas (+18) humor ala santri


"Sebuah Teologi yang Cukup Seksi"
Pagi itu, Gus Dien sedang duduk santai di teras rumahnya. Sambil menikmati kopi kental di bawah kicauan burung emprit, ia membiak-biak koran sambil sesekali mengisap Jisamsu Reftil di gapitan jemarinya. Berita utama surat kabar hari ini adalah sebuah musibah tanah longsor yang menewaskan 234 jiwa di daerah Surajati.
"Inna lilLahi wa inna ilaihi roji'un," ucap Gus Dien, refleks.
Tak lama kemudian istrinya, Lia, datang membawakan pisang goreng kesukaan suaminya itu. "Ada apa sih Mas? Ko' pagi-pagi gini keliatan gelisah gitu? Semalem ada yang kurang ya dengan servisku?" goda istrinya sambil tersenyum manis. "Ini lho De', Mas lagi baca koran ini, katanya di Surajati ada musibah tanah longsor," kata Gus Dien sambil menunjukkan koran di tangannya.

Lalu Gus Dien pun membiak halaman lainnya. Lia duduk di sampingnya sambil memijit tangan Gus Dien tanpa disuruhnya.
Di kolom selanjutnya, Gus Dien membaca sebuah rubrik yang berisi opini dengan topik seputar musibah tersebut. Terpampang judul Artikel itu "AZAB ALLAH YANG TERDAHSYAT". Sementara di bawah judul tersebut tertulis nama seorang ustadz dari FPI (Forum Pemain Intim).
Sedangkan posting di bawahnya, tertera nama penyair dari Forum Lingkarpena Indonesia (FLI) yang menulis sebuah sajak tentang musibah. Bahwa menurutnya, musibah adalah sebuah ujian/ cobaan dari Tuhan kepada umatNya.
"Hmm, ini sebenernya gimana sih? Kata ustadz dari FPI musibah itu azab (siksa Tuhan), tapi kata yang di bawahnya cobaan. Yang benar yang mana yah?" kata Gus Dien mengomentari apa yang tengah dibacanya.
"Kalo memang ini azab, berarti Tuhan menghukum orang-orang yang telah berbuat dosa. Padahal mestinya Israel lebih pantas untuk mendapat azab itu. Kalo begini, berarti gak adil dong," timpal istrinya, mengomentari. "Hush, gak boleh gitu ah. Itu kan sudah menjadi kuasa Tuhan atas segala perbuatanNya.." jawab Gus Dien. Lia yang cukup kritis dan cerdas itu stick balik "Berarti, menurut Mas, musibah itu azab? Kalo memang azab, berarti karena adanya dosa yang dilakukan oleh mereka yang mendapat azab. Otomatis, orang yang berbuat dosa itu harus ditangkap dan dipenjara, karena akibat perbuatannya, banyak anak tak berdosa yang meninggal. Iya kan Mas?" kata istrinya, logis sekali.

Sejenak Gus Dien terdiam, lalu "Hmm, berarti yang benar itu kata penyair dari FLI. Bahwa musibah itu cobaan. Tapi kalo cobaan, masa sih cobaan menimpa orang begitu banyak." kata Gus Dien sambil mengisap dalam-dalam Jisamsunya. Istrinya yang cerdas itu menyambungkan, "Ya iyalah. Namanya cobaan itu ya sama dengan ujian. Gambarannya gini loh Mas, orang ndaftar kuliah di UGM (Universitas Gunung Montok), terus tidak lulus, itu namanya ujian. Atau orang mau naik kelas, dikasih soal yang banyak, itu ujian juga. Tapi kalo 234 orang meninggal, apa itu juga namanya ujian?" sambung Lia, sambil menyuapi sarapan pisang goreng ke suaminya. Gus Dien pun menambahkan, "Lagi pula, Allah juga berfirman; bahwa Dia tidak akan memberi cobaan yang melebihi batas kemampuan hambaNya," kata Gus Dien sambil mengunyah pisang goreng ala istrinya itu.
Keduanya terdiam sejenak, lalu istrinya berkata, "Berarti yang benar ya kamu Mas. Sesuai firman Tuhan, bahwa kalo kena musibah kita mengucap Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Maksudnya gak usah menyalahkan Allah kenapa menghukum hambaNya di luar kemampuan atau menyalahkan korban yang berbuat dosa. Tapi kita sadari saja bahwa semua itu milik Tuhan dan akan kembali padaNya," kata Lia, simpel. "Hmmmh, kamu memang istri yang cerdas. Mas jadi makin cinta sama kamu. Yuk kita ke kamar aja. Mas jadi pengen lagi nih.." ajak Gus Dien, sambil mencubit pipi istrinya yang merah merona itu.
Selanjutnya... SENSOR..!

Krasak, 27 Juni 2010 M.


kapten gialorossi

NGAKAK ALA SANTRI


"Diskusi Manhaj Tsaqofi"

Moderator: Yngwie
Narasi: Sowirin Agor, MA., Dr. Adunk Trovi
Peserta: Kangsa Bill, May, Idin R, Amer Khan, dll.
Calibosox, 29/05/10

Yngwie
Baiklah kawan, tema kita malam hari ini adalah "Manhaj Tsaqofi". Ini mengingat pesatnya persoalan masyarakat kita yang semakin kompleks. Tentunya, dibutuhkan pula pemikiran kontemporer yang elastis. Di mana ustadz-ustadz dari pelbagai penjuru negeri ini juga merasakan betapa referensi baku mereka kini mulai tak lagi relevan dan acapkali menghadapi problema yang multi-dilematis.
Sengaja kami mendatangkan Sowir karena beliau ini cukup berkompetensi dalam hal ini. Juga Mas Adunk sebagai orang yang lumayan galak dalam meng'interogasi' al Quran dan hadits.
Mari kita mulai dari Bung Sowir. Bung, silakan!

Sowirin Agor, MA (Dosen UGD)
Ok, trim's. Kita memang hidup di tengah masyarakat yang plural, dan tentunya menuntut konstruksi pemikiran yang plural pula. Saya ibaratkan seperti rekonstruksi pemikiran al Syafi'i dari "Qaul Jadid" menuju "Qaul Qadim".
Standarnya, apa yang menjadi acuan dalam bersikap, bukanlah dengan memaksakan konsep yang baku, namun paling tidak mendaur ulang kajian kuno sesuai relevansinya.
Al Syafi'i ketika di Baghdad menelurkan pelbagai kajian yang sesuai konteks alamiah Baghdad. Lalu pada akhirnya disebut dengan "Qaul Qadim". Demikian pula ketika di Mesir, apa yang dituangkan pun disesuaikan dengan kondisi penduduk Mesir kala itu. Hingga tercetuslah sebutan "Qaul Jadid". Saya kira pengibaratan ini cukup untuk membuktikan pentingnya Manhaj Tsaqofi dalam menjawab pelbagai hal.
Trim's.
Yngwie
Kemudian Mas Adunk. Silakan..
Adunk Trovi (Lingkarpaha)
Ok, mungkin kita mengenal Abi Hanifah sebagai Ahl al Ra'y. Tentu julukan itu tidak lepas dari pandangan pemikirannya yang juga rasionalis. Dalam history-nya, rasionalisme Abi Hanifah tumbuh mengingat betapa masyarakat Kuffah saat itu memang kompleks & menuntut pluralisme pemikiran yang bisa diterima pelbagai kalangan. Ini berbeda dengan Imam Malik yang tinggal di kota Madinah. Pentolan Madzhab Malikiyah ini terkenal dengan sebutan Ahl al Hadits dikarenakan masyarakat Madinah sangat loyal terhadap tekstualitas hadits, sehingga beliau pun mengkonsep pemikirannya dengan selalu berbau hadits.
Hemat saya, fakta ini cukup membuktikan betapa pentingnya generalisasi secara tekstual & kontekstual. Seperti Manhaj Tsaqofi dalam tema malam hari ini.
Sekian.
Yngwie
Ok, mungkin ada yang mau menanggapi? Ya, itu yang dari JIN. Silakan..
Idin R (aktivis JIN)
Saya cuma mau 'nyeletuk' sedikit.
Bahwa, fakta lain yang cukup logis yaitu asbab al nuzul yang selalu menjadi 'bayan' dalam setiap diturunkannya firman Allah dalam al Quran. Atau asbab al wurud dalam setiap hadits Nabi.
Dalam ilmu ushul fiqh juga dijelaskan tentang nasikh mansukh.
Kiranya itu cukup menguatkan.
Yngwie
Ada lagi? Ya, silakan!
Kangsa Bill (UEN)
Buat yang pernah ngaji ushul fiqh, dijelaskan pula bahwa kebijakan Allah dalam memberi hukum kepada umatNya juga melihat sisi konteks yang berkembang. Sehingga, terjadilah amandemen (naskh) dalam beberapa 'statemen'nya.
Yngwie
Selanjutnya?
Amer Khan (aktivis PBNO)
Dalam beberapa hadits tentang "Fadlail al A'mal" juga ditemukan banyak kerancuan. Namun pada akhirnya kerancuan itu menjelma menjadi kebijakan.
Satu contoh, diriwayatkan Abi Hurairah pernah bertanya kepada Rasulullah tentang amaliyah yang paling utama. Rasulullah menjawab, "Jihad". Sementara di lain waktu, Ibn Mas'ud juga menanyakan hal yang sama. Tapi Rasulullah memberikan jawaban yang berbeda. Jawaban untuk amaliyah yang paling utama kepada Ibn Mas'ud adalah, "Shalat awal waktu".
Ini jelas rancu, melihat ada dua pertanyaan yang sama, dijawab dengan jawaban yang beda.
Tapi kalau kita mau menelisik lebih jauh, kerancuan itu justru menjadi bukti pentingnya memandang psikologi, kronologi dan kondisi dalam memutuskan sebuah hukum.
Rasulullah menilai Abi Hurairoh sebagai orang yang cukup mampu dalam berjihad. Ini melihat postur tubuhnya yang kekar. Maka, afdhalul a'mal baginya adalah jihad. Sedangkan Ibn Mas'ud tergolong orang yang acapkali mengakhirkan shalat. Maka afdhalul a'mal baginya adalah shalat pada awal waktunya.
Trim's.
Yngwie
Tanggapan terakhir?
May (A7x)
Dalam manhaj pengambilan dalil juga ada sebuah kaidah "Al 'Adat Muhakkamah". Jadi, bukan hanya nash, ijma' dan qiyas saja.
Nah, kaidah ini merupakan wujud pertimbangan teks dan konteks. Membuktikan bahwa konsepsi seperti ini juga menjadi alat gali hukum yang sah dalam Islam.
Contohnya dalam permasalahan mas kawin dalam nikah. Al Quran menetapkan wajibnya memberikan shidaq (mas kawin) tanpa menjelaskan berapa nilai yang harus diberikan. Melihat kekosongan dalam tabyin di situ, masuklah al 'adat mengisi kekosongan itu sebagai penjelas.
Demikian ini merupakan bukti pentingnya konteks sebagai pertimbangan atau penjelas (bisa juga takhsis) untuk mencetuskan sebuah keputusan atau menjelaskan abstraksi literalitas teks.
Trim's.
Yngwie
Sepakat!




sumber kapten gialorossi

Wajah Asli di Balik Topeng Kakashi di Serial Naruto

Jika anda adalah seorang pecinta Anime pasti anda juga tidak melewatkan Anime yang Bercerita tentang Ninja kan , Pasti sudah tahu apa, Ya Naruto, Naruto adalah Anime yang sangat populer diseluruh dunia dan di Indonesia. Anda pasti sudah tahukan dengan Gurunya Naruto Hatake Kakashi yang uka menyembunyikan wajahnya dengan Topeng pasti Topeng itu membuat anda penasaran kan . Pada kali ini SurgaBerita akan Menampilkan Posting Mengenai Terungkapnya Wajah Asli di Balik Topeng Hatake Kakashi di Kartun Anime Naruto
Oke langsung aja Wajah Asli di Balik Topeng Kakashi Naruto , Check it out :


Foto Memakai Topeng


Sabar, Masih Foto Pake Topeng
 
Ucapkan Selamat tinggal !


Ini Dia Jangan Kaget ya , :)



Hehe , Semua CUman Buat Lucu-lucu aja kok 


Sumber :

80 Manipulasi Gambar (Excellent Examples of Photo Manipulation Art)